AKRA Mempertahankan Momentum Pertumbuhan di Q1 2020, Dengan 13% Pertumbuhan Laba Neto yang mencapai Rp228 Miliar

AKRA Mempertahankan Momentum Pertumbuhan di Q1 2020, Dengan 13% Pertumbuhan Laba Neto yang mencapai Rp228 Miliar
Sumber: AKR Corporindo

JAKARTA, 28 April 2020 – PT AKR Corporindo Tbk (IDX ticker code: AKRA.IJ), distributor BBM, bahan kimia dasar dan penyedia layanan Logistik & supply chain di Indonesia melaporkan Laba Neto periode Berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp228 Miliar selama Q1 2020 (tumbuh 13% y/y). Pertumbuhan didukung oleh +29% pertumbuhan Laba Bruto y/y tercatat sebesar Rp558 Miliar, dan 32% pertumbuhan Laba Usaha sebesar Rp339 Miliar. Bisnis Perdagangan dan Distribusi yang stabil serta pendapatan dari Kawasan Industri berkontribusi pada Kinerja Perseroan.

POIN UTAMA HASIL KEUANGAN KONSOLIDASI

Perusahaan melaporkan hasil keuangan konsolidasi untuk periode yang berakhir 31 Maret 2020 ke Bursa Efek Indonesia hari ini sebagai berikut;

POIN UTAMA KINERJA PER SEGMEN BISNIS

Perdagangan & Distribusi / Logistik

  • Pendapatan dari bisnis BBM Q1 20 tumbuh 37% y / y mencapai Rp4.851 Miliar
  • Volume BBM Industri terus meningkat y / y, sementara distribusi BBM bersubsidi dilanjutkan pada tahun 2020.
  • Penjualan bahan kimia Q1 20lebih rendah 13% y / y mencapai Rp1.040 Miliar. Hal ini disebabkan oleh ASP lyang ebih rendah, volume tumbuh 8% y / y
  • Pendapatan logistik Q1 20 tumbuh sebesar 30% y / y mencapai Rp214 Miliar dengan pendapatan yang lebih tinggi dari Tangki Penyimpanan dan Pengoperasian Pelabuhan

Kawasan Industri JIIPE

Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp140 miliar dari segmen Kawasan Industri selama tahun 2019;

  • Penjualan Lahan : Rp104 Miliar
  • Sewa Lahan untuk Proyek Smelter Freeport : Rp29 Miliar
  • Pendapatan dari Utilitas : Rp7 Miliar

Bapak Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur AKRA, menyatakan;

"Perusahaan mempertahankan momentum pertumbuhan pada Q1 2020. Segmen Perdagangan dan Distribusi berkontribusi terhadap perumbuhan ini, ditambah dengan penjualan tanah JIIPE serta berlanjutnya pendapatan sewa. Fundamental AKR tetap solid dengan basis pendapatan yang beragam dan leverage yang rendah.

Perusahaan beroperasi di bawah situasi pandemi COVID-19 dengan Rencana Kelanjutan Bisnis yang kuat untuk menjalankan rantai pasokan logistik kami. AKR sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pemerintah tentang Pembatasan Sosial, namun Perusahaan juga mendukung terjadinya perputaran ekonomi dengan tetap menyediakan produk-produk penting seperti BBM dan bahan kimia dasar. Model bisnis AKR didasarkan pada mekanisme pass-through, baik itu untuk volatilitas harga produk maupun nilai tukar, yang bertujuan untuk menghilangkan risiko kehilangan persediaan. "

Lebih lanjut dikatakan, “Kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan, terkait antisipasi atas lingkungan pertumbuhan PDB yang melambat dan perubahan dalam pasar minyak global. Manajemen sedang mengevaluasi perlambatan permintaan, harga yang fluktuatif, dan potensi gangguan rantai pasokan dengan seksama. Langkah-langkah ini akan memandu perusahaan dalam melakukan bisnis hingga perekonomian pulih. "

NERACA KEUANGAN PER 31 Maret 2020

Neraca Keuangan Kuat, Fundamental tetap Solid

  • Posisi kas pada Q1 2020 berada pada Rp1.650 Miliar, lebih rendah dari akhir tahun lalu yang tercatat Rp1.861 Miliar
  • Total liabilitas sedikit turun menjadi Rp11.230 Miliar pada Maret 2020 dari Rp11.342 Miliar pada Desember 2019.
  • Total ekuitas naik menjadi Rp10.356 Miliar pada Maret 2020, vs Rp10.067 Miliar pada Desember 2019.
  • Net Gearing per Q1 2020 tetap sehat di 0,30x.

PERISTIWA & PERKEMBANGAN SELAMA Q1 2020

  • JV dengan BP telah membuka 15 pompa bensin. 2 pompa bensin dibuka selama Q1 20; 1 stasiun di Ciater Raya - Pamulang yang dibuka pada 10 Februari, dan di Lippo Cikarang yang dibuka pada 26 Maret 2020
  • AKRA Mengumumkan Program Pembelian Saham Kembali pada 13 Maret 2020, efektif 16 Maret hingga 12 Juni 2020, mengalokasikan Maksimum Rp500 Miliar
  • JIIPE dikunjungi oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mr. Bahlil Lahadalia pada minggu ke-2 Maret 20 sebagai dukungan bagi JIIPE dalam mendapatkan izin Zona Ekonomi Khusus (KEK)
  • Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akan diadakan pada tanggal 30 April 2020 dengan agenda tersedia di situs web perusahaan.
  • Laporan Tahunan 2019 telah dirilis di situs web AKR: www.akr.co.id

PT AKR Corporindo Tbk

PT AKR Corporindo Tbk (Perseroan) didirikan di Surabaya pada tahun 1977 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1994. Perseroan adalah perusahaan swasta terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang penyedia jasa distribusi BBM dan bahan kimia dasar. Perusahaan ini juga merupakan perusahaan swasta nasional pertama yang ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk jasa pendistribusian BBM bersubsidi. Selain itu, Perseroran juga bergerak dalam bidang penyedia jasa logistik dan infrastruktur dengan wilayah operasi meliputi Indonesia dan China. Melalui sejumlah anak perusahaan, Perseroan juga beroperasi di bidang manufaktur dan perdagangan batubara.

Java Integrated Industrial Port Estate

Java Integrated Industrial Port Estate ("JIIPE") adalah sebuah proyek yang dirancang untuk menjadi salah satu kawasan industri, perumahan dan pelabuhan laut dalam terbesar yang terintegrasi dengan daerah pengembangan seluas 2.933,3 ha. Proyek ini melalui PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera ("BKMS") akan mengembangkan Kawasan Industri, sementara PT Berlian Manyar Sejahtera ( "BMS") sebagai sister company akan menangani operasi pelabuhan laut dan PT AKR Land Development (afiliasi dari AKR) akan mengembangkan kawasan perumahan. AKR secara tidak langsung memiliki 60% dari perusahaan melalui UEPN, sedangkan Pelindo III secara tidak langsung memiliki 40% melalui BJTI.

JIIPE bertujuan untuk menjadi Kawasan Industri yang berlokasi strategis, lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung. Selain pelabuhan laut dalam yang berada di dalam kompleks, lokasi memiliki akses langsung ke jaringan jalan tol utama yang menghubungkan kota-kota di Jawa Timur, jalan arteri, sistem kereta api dan akses transportasi udara (Bandara Internasional Juanda). Kawasan ini juga terletak 30 kilometer dari kota Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia. Berdasarkan master plan, total luas kawasan industri adalah 1.761 ha.