Akhir 2019 Jasa Marga Targetkan 200 Gerbang Tol Bisa Layani Pengguna FLO

Akhir 2019 Jasa Marga Targetkan 200 Gerbang Tol Bisa Layani Pengguna FLO
Gerbang pembayaran tol Jasa Marga/Sumber: Jasa Marga

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) kini tengah menginisiasi dan mengembangkan sistem transaksi single lane free flow (SLFF) di jalan tol yang diberi nama FLO, sebuah sistem pembayaran tol prabayar berbasis aplikasi mobile dan stiker, yang menggunakan teknologi radio frequency identification (RFID), serta menggunakan source of fund berbasis vouhcer elektronik.

Direktur Utama JMTO Septerianto mengatakan saat ini FLO sedang diujicobakan dan diharapkan pada akhir 2019 sudah bisa digunakan para pengguna jalan tol yang memakai FLO. "Ada 200 gerbang tol khusus yang ditargetkan bisa melayani pengguna FLO di ruas-ruas tol yang kami kelola," katanya di Jakarta, Selasa (9/7).

Menurut dia, dengan mengunduh FLO di smartphone, lalu mengoneksikannya dengan stiker FLO, maka pengguna jalan tidak perlu lagi berhenti untuk tapping uang elektronik saat melewati gerbang tol. Dengan adanya sistem pembayaran tol tersebut, dompet digital besutan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni LinkAja, juga bakal berperan di dalamnya. LinkAja dalam hal ini sebagai sumber dana untuk pembelian voucher elektronik FLO yang dapat digunakan untuk pembayaran tarif tol melalui aplikasi FLO.

Baca juga: Jasa Marga Rekonstruksi Tol Jakarta-Cikampek, Sebagian Jalur Ditutup Hingga 4 Juli

"Nantinya, pengguna LinkAja yang sudah melakukan pembelian voucher elektronik FLO melalui LinkAja, dapat melewati atau mengakses gardu tol khusus di jalan tol Jasa Marga dengan menggunakan aplikasi dan stiker FLO di kendaraan yang kami kembangkan," katanya.

Saat ini, tambah dia, jumlah gardu tol khusus pengguna FLO telah mencapai 20 gardu yang tersebar di Jabotabek, FLO belum dijual untuk masyarakat umum. PT JMTO masih melakukan uji coba terbatas dengan mengedepankan sinergi BUMN, di antaranya melalui kerja sama dengan armada operasional Garuda Indonesia dan bus-bus milik Damri.

"Kami harap uji coba terbatas untuk memastikan kesiapan teknologi dan produk dapat berjalan lancar, sehingga di akhir 2019 dapat dijual kepada masyarakat dengan target 200 gardu tol khusus dapat melayani pengguna FLO," jelas Septerianto.

Sebagai tambahan informasi, yang dimaksud pembayaran tanpa henti adalah dengan menggunakan aplikasi dan stiker FLO, maka pengguna jalan tidak perlu berhenti untuk tapping uang elektronik.

"Ini beda hal dengan tidak perlu mengerem sama sekali. Pengguna FLO tetap harus mengurangi kecepatan saat memasuki gerbang tol. Demi keamanan pengguna jalan, kecepatan yang kami sarankan adalah 30 km per jam," pungkas Septerianto.

Inovasi FLO berbasis RFID ini menunjukkan bahwa Jasa Marga konsisten untuk terus melakukan pengembangan pada berbagai aspek, baik dari segi fasilitas maupun layanan kepada pengguna jalan tol.

Baca juga: Kolaborasi Jasa Marga dan LinkAja Memungkinkan Pengguna Bayar Tol Tanpa Kartu