39 tahun PT INKA, Semakin Fokus untuk Ekspor

39 tahun PT INKA, Semakin Fokus untuk Ekspor
LRT Palembang. Sumber: PT INKA

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018, PT INKA (Persero) meluncurkan INKA Training Center (ITC). Peluncuran ini dilakukan sesuai dengan target yang telah dicanangkan sebelumnya. ITC mengambil lokasi di Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Pembangunan fasilitas yang diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar 30 milyar rupiah ini diresmikan oleh Direktur Keuangan dan SDM, Mohamad Nur Sodiq dan Direktur Produksi, Bayu Waskito Sudadi. Turut hadir dalam acara tersebut para pejabat pemerintah serta BUMN di kota Madiun, para General Manager PT INKA dan direktur anak perusahaan.

ITC yang dibangun di atas lahan seluas 1,4 hektar ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencetak tenaga professional yang siap bekerja di PT INKA. Selain untuk meningkatkan keahlian bagi karyawan PT INKA, fasilitas ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk pengembangan SDM.

Pembangunan training center ini merupakan salah satu gebrakan PT INKA di tahun 2018 sekaligus merupakan langkah BUMN ini untuk semakin mempersiapkan dirinya menjadi pemain penting di industri perkeretaapian. 

Didirikan pada 18 Mei 1981, PT Industri Kereta Api (Persero) atau yang lebih dikenal sebagai INKA merupakan perusahaan manufaktur sarana kereta api dan transportasi terpadu pertama di Asia Tenggara. PT INKA merupakan pengembangan dari Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan menggunakan bangunan yang didirikan Staatsspoorwegen pada tahun 1882. Sejak lokomotif uap sudah tidak dioperasikan lagi, maka balai yasa ini dialihfungsikan menjadi pabrik kereta api. 

Diawali dengan membuat produk berupa kereta penumpang kelas ekonomi dan gerbong barang, kini PT INKA telah berkembang menjadi industri manufaktur perkeretaapian yang modern. Aktivitas bisnis PT INKA berkembang mulai dari penghasil produk dasar menjadi penghasil produk dan jasa perkeretaapian dan transportasi yang bernilai tinggi. 

Kini produk-produk INKA telah dioperasikan di berbagai belahan dunia, antara lain di Bangladesh, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia. 

(Foto: kereta penumpang yang diekspor ke Bangladesh)

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, PT INKA saat ini sedang membangun pabrik baru di Banyuwangi yang ditargetkan selesai pada tahun ini. Pabrik kedua ini jauh lebih luas dibanding fasilitas pertama di Madiun, yakni seluas 83 hektar. Rencananya pabrik Banyuwangi akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. 

Selain membangun pabrik baru di Banyuwangi, pihak INKA juga melakukan revitalisasi fasilitas produksi di workshop yang ada di Madiun. Keberadaan pabrik baru diharapkan akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi empat gerbong kereta setiap hari. Saat ini, kapasitas produksi yang dihasilkan PT INKA (Persero) sebanyak dua gerbong kereta setiap hari. 

Pada tanggal 18 Mei 2020, PT INKA akan berulangtahun ke-39. Perusahaan yang berkantor pusat di Jl Yos Sudarso No 71 Madiun ini telah melewati berbagai milestone seperti yang dapat dilihat pada laporan tahunannya. Kami sajikan ringkasannya berikut ini: 

  • 1982: Produksi pertama Freight Wagon
  • 1985: Produksi pertama kereta penumpang 
  • 1987: Perakitan pertama Electronic Multiple Unit (EMU) dan diversifikasi produk
  • 1991: Ekspor pertama Freight Wagon ke Malaysia 
  • 1994: Produksi pertama Electronic Multiple Unit (EMU) VVVF
  • 1995: Peluncuran pertama kereta penumpang Argo Bromo 
  • 1996: Perakitan pertama lokomotif (GE Lokindo) dan ekspor ke Filipina
  • 1997: Peluncuran pertama kereta penumpang Argo Bromo Anggrek
  • 1998: Ekspor pertama Ballast Hopper Wagon ke Thailand
  • 2001: Peluncuran pertama Indonesia Electronic Multiple Unit (EMU)
  • 2002: Ekspor Power Generating Car dan Bogie Refer Flat Wagon ke Malaysia
  • 2004: Ekspor Container Wagon Bodies dan Blizzard Center Sills ke Australia
  • 2006: Ekspor 50 Unit BG Carriages ke Bangladesh
  • 2007: Penandatangan kontrak produksi 1 trainset DEMU (Diesel-Electric Multiple Unit) untuk Aceh dan Railbus untuk Palembang
  • 2008: Peluncuran pertama Indonesia Diesel Multiple Unit (DMU) dan peluncuran pertama Articulated Bus
  • 2010: Peluncuran pertama Air Conditioned Economic Class Passenger Coacher
  • 2011: Peluncuran pertama Air Conditioned Diesel Hydraulic Locomotives CC 300
  • 2012: Peluncuran pertama Air Conditioned Electronic Multiple Unit (EMU)
  • 2015: Produksi pertama Train Air Conditioning Brand I-COND
  • 2016: Ekspor 100 kereta penumpang Cars MG dan 50 Cars BG ke Bangladesh
  • 2017: Peluncuran pertama Airport link Electronic Multiple Unit (EMU)
  • 2018: Peluncuran 8 trainset Light Rail Transit (LRT) Sumatra Selatan

Baca juga:

Strategi INKA Menembus Pasar Global, Wajib Ekspor Jika Tak Ingin Mati

Profil PT INKA